dua insan berselimut sepi
dipersatukan diantara suara bising pinggir kota
diantara gesekan besi yang berenergi
menghiraukan hiruk pikuk sekitarnya
bersama merajut asa
dengan benang yang terlihat indah berwarna-warni
terhanyut
hingga lupa kala waktu tak pernah berhenti
hantu didalam ragamu muncul
mencabik tiap senti otakku
pun memporak-porandakan organ dalam ronggamu
tak bernyawa
tapi ia masih disitu
memainkan kembali peranannya
memperdaya raga-raga rupawan yang mencandumu
aku sedang tak berselera untuk kau siksa
lebih baik aku kembali
dengan separuh hati yang membiru
kini aku menepi untuk mengusap luka
terduduklah seorang insan berselimut sepi
kembali
mereka bilang rasa ini salah
mereka bilang aku bebal
mereka bilang kamu bodoh
kamu bilang rasa ini membebanimu
kamu bilang aku berhak bahagia
kamu bilang kamu sudah menghapusku
aku bilang rasa ini yang paling nyata
aku bilang aku tidak ingin menjadi benar
aku bilang kamu ..... ah sudahlah