Sebetulnya aku sendiri (bisa dibilang) tidak percaya cinta. Kata kerja itu tidak pernah benar-benar terasa nyata di kehidupanku. Aku ingat, waktu itu aku pernah berucap "cinta itu omong kosong. Hanya ada suka dan sayang. Sudah. Tidak ada tingkatan yang lebih tinggi dari sayang."
"Kekasihku tampan."
"Oh, dia pandai."
Bukankah itu juga termasuk alasan?
"Kenapa?"
Seketika aku terdiam saat salah seorang sahabatku menanyakan kenapa aku jatuh cinta. Tenggorokanku serasa tercekat, tidak bisa mengucap sepatah kata pun. Sampai saat ini pun aku tidak dapat menemukan jawabannya.
"Aku dan kamu itu beda"
Pernyataan yang terlontar dari bibirnya seakan menamparku. Memaksaku bangun dari kenyataan. Aku dan dia tidak akan pernah menjadi kita.
ada sesuatu yang membuatku kembali terdampar disini. terlalu banyak hal terlewat. berbagai macam hal. tetapi ada satu hal yang sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah bagiku.
diacuhkan.
bahkan kedua tangan inipun tidak mampu menjelaskan berapa kali aku diacuhkan.
kamu, kalian, mereka.
apakah mungkin semua berkomplot, membentuk sebuah kubu untuk mengacuhkanku?
haha. terdengar berlebihan memang.
tetapi bukan itu yang mengganggu pikiranku.
mungkin mereka berbuat seperti itu karena aku terlalu lemah.
atau mungkin hal itu terlalu adiktif?
aku rapuh.
mereka yang mengacuhkanku tanpa sebab hampir semua berakhir dengan rayuan agar mereka berhenti melakukan itu padaku. aku mengalah. ada yang lebih gila lagi jika aku merasa rayuanku tidaklah cukup. permintaan maaf yang membesarkan ego mereka. permintaan maaf dari seseorang yang tidak tau atau bahkan memang tidak melakukan kesalahan apapun.
bukankah itu adiktif?
aku menyerah.
batu yang keraspun jika berkali-kali ditetesi air akan berlubang juga.
apalagi hati.
aku mohon, stop. bisa?
aku tega.
bagiku, orang yang memperlakukanku dengan tidak baik pun perlu merasakan hal yang sama. aku bisa lebih tega dari mereka. setahun pun aku sanggup hidup tanpa mereka.
aku sensitif.
kedua tanganku memang tidak sanggup menghitung berapa kali aku diacuhkan, tapi masih sanggup untuk menutup kedua telingaku dari perkataan-perkataan tajam yang mungkin saja mereka lontarkan.
begitu juga dengan kedua mataku yang masih sanggup mencegahku melihat kenyataan yang terjadi didepanku.
aku belajar,
mengalah boleh.
terlalu sering mengalah dan meminta maaf tanpa tau letak kesalahanku bisa menjadi bumerang.
semacam memberi pembenaran pada kebiasaan yang sebenernya tidak baik.
postinganku kali ini, juga boleh kamu acuhkan :)
"coba kamu pecahkan piring indah dari porselen itu" // "kamu gila. piring ini terlalu berharga"
"pecahkan saja" // "ya, sudah kupecahkan. lalu?"
"minta maaf pada piring itu." // "maaf.."
"apakah piring indah itu masih bisa berfungsi?" // "tidak.. tapi bisa kuperbaiki agar berfungsi kembali"
"silahkan kau perbaiki. dengan cara apapun yang kamu suka. tapi, apakah piring itu akan kembali indah seperti sedia kala?" // "tidak..."
"begitu juga dengan hatiku."
manusia tidak akan pernah puas.
kenapa?
se-egois itukah?
saya rasa tidak.
mungkin karena terlalu banyak pilihan.
jangankan terlalu banyak,
dihadapkan oleh dua pilihan pun begitu.
Hey boys I'm waiting on ya, waiting on ya / Come on and let me freak you out / You're a drug that's taken over, I'm rarely sober / From this high I won't come down
yeaaaaah, you'll be singing like you do / And I'm acting like a fool / Crazy for you / Yeaaaah, you'll be singing like you do / And I'm acting like a fool / Coz tonight ....
I've gone crazy, crazy, crazy for One Direction / I know it's kinda strange, but I've fallen in love / I'm never, never, never leaving this fandom / I'll always be obsessed with One Direction
It might be strange behaviour, strange behaviour / Staying up on Tumblr all night / Reblogging gifsets of ya, gifsets of ya / But to me it feels alright woaaaah
Hey Niall, Louis, Zayn / Harry Styles and Liaaammmmmm / I'm obsessed with One Direction / We're obsessed with One Direction
It hurts me when i saw people judge 1D for some irrelevant things like "they're gay." It sounds so homophobic. I mean what's wrong with being gay? all of them have ex girlfriends even before X Factor. we all know Harry dated Caroline Flack (X Factor host). She’s very older than Harry. Sampe pas abis putus Louis bilang "when Harry left Caroline, he spent all day crying. We tried to make him feel better but we all ended up in tears." :') before Caroline, he also had another ex girlfriends like Emma (normal girl). He was also with Taylor Swift. But nggak bertahan lama because what i heard that Harry found out Taylor still texting Connor Kennedy that her missed him :')
Holla! Have you watch This Is Us movie? Yap, One Direction’s
documenter in 3D. I've watched it few weeks ago with my bestfriend, her sister and
official One Direction Indonesian fanbase. The gathering held in Bekasi, which
is out of town. I need to avoid the traffic jam so I decided to go really
early. I woke up at 5am and getting ready. I’m arrived in Bekasi around 8am to
meet up with my bestfriend, Nessy and her sister, Tita first then we go to the
mall together.
Sempet underestimate sih di awal2 pas suka 1D, pernah mikir kalo fans 1D rata-rata bocah. malu dan takut di judge kalo bilang aku suka 1D. apa yang nantinya aku bisa banggain dari mereka? kayaknya mereka biasa aja. But now aku punya alasan yang ga ada abisnya haha :') It took years to understand, to learn, to feel it so please don’t judge if you don’t know how it feels to see your favourite people grow up from nothing to be something. you can learn things from what they've been through :') mereka bisa buat fansnya bangga dan ga salah kalo mereka suka 1D. Itu penyebab mereka justru malah lebih lebih dan lebih. Because they keep proving it. I’m really proud of them :')
Sampe suatu saat i finally got Kamila Aninda Modjo as my profesional fangirl partner haha. Thought it was hard to get her to love 1D because i knew she didn’t like 1D. it was dissapointed me an I’m in doubt if i was wrong or right for loving 1D because my close friends didn’t like them too :( Kebetulan saat itu belum banyak follow 1D account di twitter jadi ngerasa sendirian. Untuk ngetweet tentang 1D aja malu dan ragu krn yang aku bilang tadi, aku masih dikelilingin hardcore fans. I didn’t want them to hate me just because i loved 1D. Tapi tahun demi tahun I just love them more and more. i want people to see them as i see. Because when you're being honest to yourself it'll make u happier than you just tried to look cool and hide what you actually want to do. I don’t mind if i lose followers.








