Pergolakan yang mungkin sudah terlalu lama ia pendam.
Menunggu dalam kekhawatiran.
Emosinya tumpah.
Entah berapa baris kata yang mampu aku kirimkan. Mencoba menetralkan emosinya ternyata seperti menenangkan singa yang baru saja tertembak.
Memoriku terpental ke 19 November tahun lalu.
Aku lakukan cara yang sama.
Ya, kalian mungkin sudah tau apa konsekuensi menenangkan singa jantan yang sedang berada dipuncak kekesalan.
Tapi satu hal yang perlu kalian tau,








