140km

01:05

Halo kamu,
Ini masih tentangmu.
*
Notifikasi pesan siang itu membuatku perlu melihat ke sudut kanan bawah laptopku dua kali. Iya dua kali. Untuk memastikan apa yang aku lihat. tidak, aku tidak salah lihat.

"kerjaa" pesanmu.
"nanti malam telp-an yuk?" pesanmu lagi.

Tarik napas, buang.
Ku kontrol emosiku supaya tidak terlalu terlihat bahwa jantungku sudah meletup seperti popcorn. 
*
Punggung yang aku kenal terlihat begitu aku memasuki coffee shop pilihanku.
Tarik napas, buang.
Ah, kali ini jantungku tidak mau diajak kompromi. Detaknya semakin cepat hingga kutepuk punggung itu.

"hai", sapaku.
It's been years. Dua gelas cokelat mengantarkan kita kedalam percakapan serius di Kopilot, bukan lagi tentang Pilot Barbar apalagi Pilot Baper. Sadarkah kalau hari itu pertama kalinya kita bicara serius?
Tumpah. Campur aduk. That was the first time when I see you in the eyes and your eyes talk.
*
Semesta berada di pihak kita kali ini. Dari 600km ke 140km.

0 Comments